Pengertian Desinfektan Menurut Para Ahli

Desinfektan merupakan bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi dengan membunuh jasad renik (bakterisid), terutama pada benda mati. Proses desinfeksi dapat menghilangkan 60% – 90% jasad renik.

Desinfektan digunakan secara luas untuk sanitasi baik di rumah tangga, laboratorium, dan rumah sakit (Shaffer, 1965; Larson, 2013). Kriteria suatu desinfektan yang ideal adalah bekerja dengan cepat untuk menginaktivasi mikroorganisme pada suhu kamar, berspektrum luas, aktivitasnya tidak dipengaruhi oleh bahan organik, pH, temperatur, dan kelembaban, tidak toksik pada hewan dan manusia, tidak bersifat korosif, bersifat biodegradable, memiliki kemampuan menghilangkan bau yang kurang sedap, tidak meninggalkan noda, stabil, mudah digunakan, dan ekonomis (Siswandono, 1995; Butcher and Ulaeto, 2010).

Faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas desinfektan yang digunakan untuk membunuh jasad renik adalah ukuran dan komposisi populasi jasad renik, konsentrasi zat antimikroba, lama paparan, temperatur, dan lingkungan sekitar (Pratiwi, 2008). sehingga merusak membran sel, mendenaturasi protein, dan menghambat enzim. Pada kadar optimal, senyawa ammonium kuartener menyebabkan sel mengalami lisis sedangkan pada kadar yang lebih tinggi, terjadi denaturasi protein enzim bakteri (Siswandono, 1995; Stevens, 2011).

Gambar: Pengertian Desinfektan

Desinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran oleh mikroorganisme atau obat untuk  membasmi kuman penyakit. Pengertian lain dari disinfektan adalah senyawa kimia yang bersifat toksik dan memiliki kemampuan membunuh mikroorganisme yang terpapar secara langsung oleh disinfektan (Fadilah, 2004).

Murtidjo (2006) menyebutkan bahwa desinfektan merupakan bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri dan virus, untuk membunuh atau menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnnya. 
Desinfektan merupakan senyawa kimia yang mempunyai sifat bakteriostatik dan bakterisidal. Tujuan digunakanya desinfektan adalah untuk membunuh bakteri patogen yang penularanya melalui air seperti bakteri penyebab typhus dan kolera disentri (Waluyo, 2004). Senyawa kimia yang dimiliki desinfektan mempunyai daya kerja sebagai pembasmi dan penghambat pertumbuhan mikroorganisme tertentu. Tidak semua desinfektan dapat digunakan untuk membasmi semua jenis mikroorganisme. Ada desinfektan yang hanya cocok untuk membasmi satu jenis mikroorganisme saja, namun ada pula yang mampu membasmi lebih dari dua jenis organisme. NaOH misalnya, memiliki daya yang kuat untuk membunuh parasit (Sudarmono, 2003). 

Menurut Pelezar dan Chan (1998), Volk dan Wheeler (1984), beberapa faktor yang mempengaruhi kerja desinfektan antara lain konsentrasi desinfektan, jumlah mikroorganisme, suhu, pH, spesies mikroorganisme, dan adanya bahan organik lain. Kriteria suatu desinfektan dikatakan ideal yaitu bekerja dengan cepat untuk menginaktivasi mikroorganisme pada suhu kamar, aktivitas tidak dipengaruhi oleh bahan organik, pH, temperatur dan kelembaban, tidak toksik pada hewan dan manusia, tidak bersifat korosif, tidak berwarna dan meningggalkan noda, tidak berbau/baunya disenangi, bersifat mudah diurai, larutan stabil, mudah digunakan dan ekonomis dan aktivitas berspektrum luas (Murtidjo, 2006).

Sumber: Dikutip dari berbagai sumber.

Sekian uraian tentang Pengertian Desinfektan Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *