Pengertian Harga

Pengertian Harga – Peranan, Fungsi, Tujuan dan Jenis-jenisnya !

Pengertian Harga – Siapa diantara kita yang tidak pernah dengar kata harga, pasti kita sudah tidak asing lagi mendengar istilah tersebut bukan. Pasalnya istilah tersebut sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, untuk mengetahui lebih dalam lagi mengenai harga tersebut, mari kita simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Harga

Secara umum, pengertian harga merupakan suatu nilai atas barang dan jasa. ketika barang dan jasa tersebut diperjualbelikan kepada masyarakat konsumen maka disitulah harga muncul. Harga tersebut akan ditentukan sendiri oleh para penjual dengan begitu mereka akan mendapatkan beberapa keuntungan atau laba dari hasil jualannya.

Harga adalah suatu nilai tukar yang bisa disamakan dengan uang atau barang lain untuk manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa bagi seseorang atau kelompok pada waktu tertentu dan tempat tertentu. Istilah harga digunakan untuk memberikan nilai finansial pada suatu produk barang atau jasa. Biasanya penggunaan kata harga berupa digit nominal besaran angka terhadap nilai tukar mata uang yang menunjukkan tinggi rendahnya nilai suatu kualitas barang atau jasa. Dalam ilmu ekonomi harga dapat dikaitkan dengan nilai jual atau beli suatu produk barang atau jasa sekaligus sebagai variabel yang menentukan komparasi produk atau barang sejenis. (wikipedia)

Ada pendapat lain bahwa harga adalah uang. Konsumen harus mengeluarkan uang untuk dapat membeli produk barang atau pun jasa kepada penjual / produsen. Produk tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh para masyarakat yang menggunakannya.

Pengertian Harga Menurut Para Ahli

Beberapa ahli dibawah ini berpendapat mengenai pengertian dari istilah harga tersebut. Simak pengertian harga menurut para ahli beriku ini:

1. Menurut Alma (2011), harga adalah satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa lainnya) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang dan jasa sehingga menimbulkan kepuasan konsumen.

2. Menurut Assauri (2014), harga merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang menghasilkan penerimaan penjualan, sedangkan unsur lainnya hanya unsur biaya saja.

3. Kotler dan Armstrong (2001) Menurut pendapat beliau, harga merupakan beban yang harus dikeluarkan oleh konsumen guna mendapatkan manfaat dari produk. Beban tersebut berupa uang atas nilai suatu barang dan jasa.

4. Philip Kotler Menurut pendapat beliau, apabila masyarakat konsumen ingin mendapatkan keuntungan dari suatu produk barang atau jasa maka ia harus mengeluarkan sejumlah uang, sedangkan mengeluarkan uang tersebut adalah hal yang dapat membebankan bagi para konsumen.

5. Joko Untoro (2010) Menurut pendapat beliau, apabila seseorang dapat membeli suatu produk barang atau jasa maka ia bisa dikatakan seseorang yang memiliki kemampuan financial.

6. Samsul Ramli (2013) Menurut pendapat beliau, harga itu merupakan suatu nilai yang relatif. Jadi, besarnya sumber daya yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk tidak ditentukan oleh suatu nilai.

7. Imamul Arifin (2007) Menurut pendapat beliau, untuk memperoleh suatu barang atau jasa harus ada kompensasi yang harus dibayar oleh konsumen.

Berdasarkan pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa. harga adalah sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk yang ditukar konsumen atas keunggulan yang dimiliki produk tersebut.

Peranan Harga

Menurut Tjiptono, dkk., (2009), harga mempunyai peranan penting yang terdiri dari: 

1. Bagi Perekonomian

Harga produk mempengaruhi tingkat upah, sewa, bunga dan laba. Harga merupakan dasar dalam sistem perekonomian, karena harga berpengaruh terhadap alokasi faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja, tanah, modal, dan kewirausahaan. Tingkat upah yang tinggi menarik tenaga kerja, tingkat bunga yang tinggi menjadi daya tarik bagi investasi modal, dan seterusnya.

2. Bagi Konsumen

Dalam penjualan ritel, ada segmen pembeli yang sangat sensitif terhadap faktor harga (menjadikan harga sebagai satu-satunya pertimbangan membeli produk) dan ada pula yang tidak. Mayoritas konsumen agak sensitif terhadap harga, namun juga mempertimbangkan faktor lain (seperti citra merek, lokasi toko, pelayanan, nilai (value) dan kualitas).

3. Bagi Perusahaan

Dibandingkan dengan bauran pemasaran lainnya (produk, distirbusi dan promosi) yang membutuhkan pengeluaran dana dalam jumlah besar, harga merupakan satu-satunya elemen bauran pemasaran yang mendatangkan pendapatan. Harga mempengaruhi posisi bersaing dan pangsa pasar perusahaan.

Fungsi dan Tujuan Harga

Dari penjelasan mengenai pengertian harga diatas maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa harga memiliki fungsi dan tujuan dalam pelaksanaannya. Adapun fungsi dari harga yaitu:

  • Uang dijadikan sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi. Jadi dengan adanya uang tersebut, barang dan jasa dapat ternilai.
  • Uang akan mempermudah proses jual beli yang terjadi.
  • Apabila anda dapat menetapkan harga yang tepat maka keuntungan pun akan dapat diperoleh.
  • Sebagai alat dalam pengambilan keputusan.

Sedangkan tujuan dengan adanya harga ini yaitu:

1. Menguasai pangsa pasar

Mengacu pada fungsi harga sebelumnya bahwa penetapan harga yang tepat sangat mempengaruhi target keuntungan para penjual atau produsen. Ada yang menetapkan harga murah tapi barangnya tetap berkualitas.

Namun ada pula yang sebaliknya, menetapkan harga yang tak tanggung-tanggung dengan kualitas yang bagus pula dan sebagainya. Ketika anda sedang dihadapi oleh kedua hal tersebut mana yang akan anda pilih?

Apabila sebagian masyarakat banyak yang memilih harga murah namun barang tetap berkualitas dalam jangka waktu yang panjang, produsen atau penjual bisa saja menguasai pangsa pasar / market share yang lebih besar.

Semua itu tergantung bagaimana cara produsen atau penjual dalam melakukan strateginya.

2. Memperoleh laba

Daya beli konsumen merupakan hal yang paling penting untuk pencapaian target. Ketika penjual atau produsen telah mantap menetapkan harga jualnya maka ia juga harus bisa menanggung resiko yang terjadi.

Apabila mereka berhasil dalam menjalankan strateginya maka dapat dipastikan keuntungan akan segera tercapai dengan maksimal.

3. Agar loyalitas konsumen dapat terjaga

Harga juga bertujuan untuk menjaga loyalitas konsumen, bagaimana tidak? pasalnya ketika para penjual menetapkan harga jual yang sangat menarik hari konsumen maka dapat dipastikan mereka akan bersikap loyal terhadap produk yang dibelinya karena mereka merasa puas dengan harga dan kualitas produknya.

4. Menjaga daya saing

Selain itu, harga juga bertujuan untuk menjaga daya saing. Penetapan harga akan mempengaruhi daya saing para perusahaan dengan kompetitor. Apabila ia mampu menstabilkan pertumbuhan ekonominya dengan penetapan harga jual yang tepat maka ia juga akan mampu menstabilkan daya saing perusahaan.

Strategi Penetapan Harga

Menurut Rahman (2010), strategi pemasaran melalui harga terbagi menjadi 6 strategi yaitu sebagai berikut:

1. Penetration Price

Penetration price adalah strategi pendekatan pemasaran yang menetapkan harga jual lebih rendah daripada harga normalnya dengan tujuan untuk mempercepat penetrasi atau penerimaan pasar pada produk yang ditawarkan. Artinya sebuah perusahaan atau unit bisnis memfokuskan pada peningkatan pangsa pasar dengan menetapkan harga barang lebih rendah daripada harga normal. Strategi jangka panjangnya adalah untuk mempercepat penerimaan pasar atau meningkatkan pangsa pasar yang sudah ada.

2. Skimming Price

Berbanding terbalik dengan penetration price, skimming price justru menetapkan harga pada tingkat yang tinggi dalam waktu tertentu. Strategi ini mengasumsikan konsumen tertentu akan membayar pada harga, produk, baik barang maupun jasa dengan tingkat yang tinggi tersebut dengan menggangap produk tersebut bernilai prestisius. Strategi pemasaran dengan menetapkan harga tinggi dalam waktu terbatas ini, perlahan kemudian akan diturunkan sampai dengan level yang kompetitif atau sesuai dengan harga pasar.

3. Follow the Leader Price

Follow the Leader Price merupakan strategi penetapan harga menurut pemimpin pasar, dengan menjadikan pesaing sebagai model dalam menetapkan harga barang atau jasa.

4. Variabel Price

Sebuah unit bisnis menetapkan strategi harga variabel untuk menawarkan kelonggaran harga pada konsumen tertentu. Dalam beberapa unit bisnis, banyak perusahaan yang menetapkan daftar harga dalam dua bagian, yakni harga standar dan harga dengan kelonggaran bagi pembeli tertentu. Pengertian mudahnya, variabel price adalah pendekatan pemasaran dengan menetapkan lebih dari satu harga produk atau jasa dengan tujuan menawarkan harga pada konsumen.

5. Flexible Price

Pendekatan ini dapat digunakan jika jumlah barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan sangat terbatas, sedangkan permintaan pembeli cenderung berubah di kemudian hari sehingga strategi ini menawarkan pendekatan pemasaran dengan penetapan harga yang berbeda untuk mencerminkan perbedaan dalam permintaan konsumen.

6. Price Linning

Price linning adalah pendekatan pemasaran dengan menetapkan beberapa tingkat harga barang dagangan yang berbeda. Strategi ini menentukan beberapa harga yang berbeda yang memiliki item serupa dari barang dagangan eceran yang untuk dijual. Strategi penetapan ini memiliki keuntungan untuk menyederhanakan pilihan bagi konsumen dan mengurangi persediaan minimum yang diperlukan.

Jenis – jenis Harga

Tidak hanya sekedar istilah saja namun harga tersebut memiliki beberapa jenis yang harus kamu ketahui, antara lain yaitu:

1. Harga subjektif: Apabila konsumen sering menaksir harga yang berbeda dengan penjual maka hal itu dapat disebut harga subjektif.
2. Harga objektif: Harga objektif ini terjadi ketika para penjual dan membeli sama-sama menyepakati harga suatu produk.
3. Harga pokok: Harga pokok ini merupakan harga asli dari hasil produk yang dipasarkan.
4. Harga jual: Sistem harga jual ini yaitu penjual akan mengakumulasikan harga pokok dengan besarnya keuntungan yang diinginkan

Demikian penjelasan mengenai istilah harga, semoga artikel pengertian harga diatas dapat memberi manfaat bagi semuanya.

Sumber:
Assauri, S. (2014). Manajemen Pemasaran, Jakarta: Rajawali Pers/porosilmu.com/wikipedia.org.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *