Pengertian Hegemoni Menurut Para Ahli

Menurut Grmasci (dalam Patria dan Arief, 2015:117) mengungkapkan hegemoni sebagai supermasi sebuah kelompok yang mewujudkan diri dalam dua cara yaitu sebagai ‘dominasi’ dan sebagai ‘kepemimpinan intelektual dan moral. Di satu pihak, sebuah kelompok sosial mendominasi kelompok-kelompok oposisi untuk ‘menghancurkan’ atau menundukkan mereka, bahkan mungkin dengan menggunakan kekuatan bersenjata; di lain pihak, kelompok sosial memimpin kelompok-kelompok kerabat dan sekutu mereka. 

Lebih lanjut Patria dan Arief (2015:117) mengemukakan bahwa sebuah kelompok sosial dapat dan bahkan harus sudah menerapkan “kepemimpinan” sebelum memegang kekuasaan pemerintahan (kepemimpinan tersebut merupakan salah satu dari syarat-syarat utama untuk memenangkan kekuasaan semacam itu). Kelompok sosial tersebut kemudian menjadi dominan ketika dia mempraktekkan kekuasaan, tapi bahkan bila dia telah memegang kekuasaan penuh di tangannya, dia masih harus terus “memimpin” juga.

Menurut Kurniawan (2012:71) mengemukakan bahwa hegemoni dalam bahasa Yunani kuno disebut ‘euge-mania’ yang menunjukkan dominasi posisi yang diklaim oleh negara-negara kota (polis) secara individual. Hegemoni menunjukkan sebuah kepemimpinan dari suatu negara tertentu yang bukan hanya sebuah negara kota terhadap negara-negara lain yang berhubungan secara longgar maupun secara integritas dalam negara “pemimpin” Patria dan Arief, (2015:115-116).

Menurut Faruk (2013:142) mendefinisikan hegemoni sebagai sesuatu yang kompleks, yang sekaligus bersifat ekonomik dan etis-politis. Kompleksitas ini terjadi, karena prinsip yang dipegang teguh oleh Gramsci untuk menyatukan dan menyempurnakan pendapat Marxim ortodoks dan filsafat liberal.

Gambar: Pengertian Hegemoni
Menurut Fontana dalam Erika (2013:20) hegemoni adalah sebuah perumusan dan penjabaran mengenai konsepsi moral dan intelektual dan budaya yang mengubah pandangan masyarakat berubah menjadi cara hidup dan bentuk karakteristik setiap orang. Hegemoni, pada kenyataannya, justru lebih sintesis dari pada antitensis yang menempatkan keseluruhan perbedaan anatara pikiran dan tindakan, etika dan politik, budaya dan orang-orang. Hegemoni pada dasarnya dipahami seagai perbedaan dimana kelompok-kelompok sosial yang dominan membentuk suatu sistem “persetujuan permanen” yang melegitimasi suatu tatanan sosial yang berlaku dengan meliputi jaringan yang kompleks dan saling memperkuat ide-ide terjalin ditegaskan dan diartikulasikan oleh para intelektual Fontana (dalam Erika, 2013: 20).

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Gramsci mengakui bahwa dalam suatu hegemoni harus ada dua komponen yang saling berkaitan yaitu “dominasi” dan “kempemimpinan moral dan intelektual”. Kepemimpinan moral dan intelektual diperlukan untuk menjalin sebuah kesepakatan, sedangkan dominasi diperlukan juga untuk mengatur bawahan yang tidak melakukan perintah penguasa. Namun, dominasi tidak boleh lebih menonjol dari pada kepemimpinan moral dan intelektual, karena dapat menciptakan pemerintahan yang otoriter. Oleh karenanya diperlukan keseimbangan terhadap keduankomponen tersebut.


Sumber: Arief,  Nezar  Patria  dan  Andi.  2003. Antonio  Gramsci  Negara  &  Hegemoni. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sekian uraian tentang Pengertian Hegemoni Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *