Pengertian Kalimat Kompleks dan Contohnya

Pengertian Kalimat Kompleks
Kalimat kompleks yang dikutip oleh Indriastuti dalam Buku Pintar Tenses (2009) adalah kalimat yang mengandung lebih dari satu proses pokok dan merupakan gabungan beberapa kalimat simpleks. Kalimat kompleks merupakan sebuah kalimat yang memiliki dua kata kerja utama dan biasanya kedua kalimat dalam sebuah kalimat kompleks dihubungkan oleh konjungsi atau kata penghubung. Maka dari itu kalimat kompleks ini sering juga atau bisa disebut dengan kalimat majemuk. Contoh: “Mama naik kereta dan papa naik becak”. 

Dalam kalimat di atas kita bisa melihat adanya dua predikat dalam sebuah kalimat. Kalimat pertama, S = Mama, P = naik, O = kereta, kalimat ini dihubungkan oleh sebuah konjungsi “dan” untuk menghubungkan dengan kalimat kedua, S = papa, P = naik, O = becak. Dalam sebuah kalimat kompleks terdapat dua kalimat yang masingmasing kalimat memiliki predikatnya sendiri, kemudian kalimat tersebut digabungkan dengan menggunakan kata penghubung, dalam contoh di atas kata penghubung yang digunakan adalah dan. Tidak selalu kalimat kompleks menggunakan kata penghubung di dalamnya, terkadang sebuah kalimat kompleks hanya dipisahkan oleh tanda koma, bahkan dalam beberapa kasus kalimat ini tidak dipisahkan oleh kata penghubung atau bahkan sebuah tanda baca. Contoh: “Ibu pergi, adik menangis”. 

Berikut percakapan lisan antara orang dewasa dengan kanak-kanak. 

Peneliti : Mama Febri ada di mana ? 
Febri : Pergi. 
Peneliti : Sama siapa mama pergi ? 
Febri : Papa. 
Peneliti : Ke mana mama dan papa pergi ? 
Febri : Mama naik kereta dan papa naik becak. 

Jenis Kalimat Kompleks 
Menurut Indriastuti dalam Buku Pintar Tenses (2009) jenis kalimat kompleks dibedakan seperti berikut. 

(a) Kalimat kompleks parataktik
 Kalimat kompleks parataktik dibentuk dari penggabungan dua klausa atau lebih dengan menggunakan konjungsi dan, tetapi, atau, dan maupun, atau tanda koma (,) dan titik koma (;). Konjungsi tersebut merupakan konjungsi struktural yang secara eksternal digunakan untuk menyampaikan gagasan yang mengandung logika sejajar. Artinya, klausa-klausa yang dihubungkan dengan konjungsi tersebut secara struktural memiliki kedudukan yang sejajar. Klausa-klausa tersebut tidak tergantung antara yang satu dengan yang lain, yaitu klausa yang satu tidak memberikan tambahan informasi kepada klausa yang lain. 

Contoh
  1. Saya yang datang ke rumahmu atau kamu yang datang ke rumahku? 
  2. Susi anak orang kaya tetapi ia tidak sombong. 
  3. Guru itu membujuk dan anak itu tetap menangis. 
  4. Gia anak yang kurang pintar tetapi tidak malu untuk bertanya. 

(b) Kalimat kompleks hipotaktik 

Kalimat kompleks hipotaktik merupakan gabungan dari dua klausa atau lebih dengan menggunakan konjungsi struktural, yaitu: jadi, sebelum, sesudah, karena, apabila, walaupun, ketika, dan sebagainya. Klausa-klausa yang dirangkai tersebut tidak memiliki kedudukan yang sejajar, sebab konjungsi yang merangkainya secara eksternal menciptakan ketergantungan logika pada kalimat secara keseluruhan. Meskipun klausa yang satu tidak memberikan tambahan informasi kepada klausa yang lain, sebagian klausa yang lain memunyai ketergantungan. 
Contoh
  1. Nandia makan karena ia lapar. 
  2. Semua murid pulang ketika bel sudah berbunyi. 
  3. Adik memakai sepatu sebelum pergi ke sekolah. 
  4. Ia tidak sombong meskipun dia sangat pintar.
Sekian uraian tentang Pengertian Kalimat Kompleks dan Contohnya, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *