Pengertian Konformitas Menurut Para Ahli

Konformitas merupakan perubahan prilaku remaja sebagai usaha untuk menyesuaikan diri dengan norma kelompok dengan acuan baik ada maupun tidak ada tekanan secara langsung yang berupa suatu tuntutan tidak tertulis dari kelompok sebaya terhadap anggotanya namun memiliki pengaruh yang kuat dan dapat menyebabkan munculnya prilaku-prilaku tertentu pada remaja anggota pada kelompok tersebut. 

Hasil dari proses konformitas bisa positif bisa juga negatif. Dalam proses perkembangannya remaja yang melakukan konformitas mempunyai masalah dalam hal pergaulan dan penyesuain diri. Dengan adanya kegiatan bimbingan dan konseling diharapkan bisa membantu pengembangan konformitas positif terutama untuk layanan bimbingan dan konseling kelompok. 

Tekanan untuk melakukan konformitas berakar dari kenyataan bahwa di berbagai konteks ada aturan-aturan eksplisit ataupun tak terucap yang mengindikasikan bagaimana kita seharusnya atau sebaiknya bertingkah laku. Aturan-aturan ini dikenal sebagai norma sosial (social norms), dan aturanaturan ini sering kali menimbulkan efek yang kuat pada tingkah laku kita. 


Pengertian konformitas menurut beberapa ahli:
  1. Menurut david O’Sears, konformitas adalah bahwa seseorang melakukan prilaku tertentu karena disebabkan orang lain melakukan hal tersebut. 
  2. Menurut selly dkk, konformitas adalah tendensi untuk mengubah keyakinan atau prilaku seseorang agar sesuai dengan perilaku orang lain. 
  3. Menurut Baron da Byrne, konformitas adalah suatu bentuk pengaruh sosial dimana individu mengubah sikap dan tingkah laku mereka sesuai dengan norma sosial yang ada. 
  4. Menurut Prayitno, konformitas merupakan pengaruh sosial dalam bentuk penyamaan pendapat atau pola tingkah laku seseorang terhadap orang lain yang mempengaruhinya. 
  5. Menurut Myres, konformitas merupakan perubahan prilaku sebagai akibat dari tekanan kelompok. Ini terlihat dari kecenderungan remaja untuk selalu menyamakan prilakunya dengan kelompok acuan sehingga dapat terhindar dari celaan maupun keterasingan. Orang biasanya berpenampilan berbeda yang tidak sesuai dengan kelompok cenderung terasigkan oleh temantemannya atau lingkungan sekitarnya. 


Menurut Cialdini dan Goldstein (dalam Taylor, Peplau, dan sears, 2012) mengemukakan “ konformitas adalah tendensi untuk mengubah keyakinan seseorang agar sesuai dengan keyakinan orang lain”. Selanjutnya Myers, (2012) mengemukakan bahwa konformitas adalah perubahan prilaku atau kepercayaan seseorang sebagai akibat dari tekanan kelompok yang terdiri dari dua jenis yaitu : 

  1. Pemenuhan, pada dasarnya di luar mengikuti apa yang dilakukan kelompok namun, di dalam hati tidak menyetujui hal tersebut yang biasa disebut dengan kepatuhan. 
  2. Penerimaan, yaitu menyakini dan juga melakukan sesuai dengan yang diinginkan tekanan sosial. 


Berikutnya ditambahkan oleh Umi Kulsum & Mohammad Jauhar bahwa konformitas adalah suatu jenis pengaruh sosial di mana individu mengubah sikap dan tingkah laku mereka agar sesuai dengan norma sosial yang ada dan yang berlaku dalam sebuah komunitas tempat individu hidup bersosial.



Berdasarkan pendapat di atas, dapat dimaknai bahwasanya konformitas adalah perubahan sikap dan prilaku yang terjadi pada diri seseorang karena adanya tekanan untuk menyesuaikan dirinya dengan norma dan etika sosial yang ada pada orang lain atau pada sebuah kelompok sehingga dirinya dapat diterima sebagai salah satu dari anggota kelompok dan merasa tidak diasingkan. 



Jenis-jenis Konformitas
Ada beberapa jenis konformitas yang dilakukan seseorang agar sesuai dengan lingkungan sosial yang ada. Prayitno (2009) mengemukakan jenisjenis konformitas aadalah sebagai berikut :

1) Konformitas membabi buta 
Konformitas membabi buta adalah bersifat tradisional dan primitif. Konformitas tradisional diwarnai oleh sikap masa bodoh, dalam arti atau mengikuti apa yang menjadi kemauan orang lain tanpa pemahaman atau penghayatan, tanpa pertimbangan, pemikiran atau perasaan apalagi keyakinan atau kebenaran tentang kebenaran ataupun kesahihan dari sesuatu yang diikutinya itu. Kita lihat dari sisi lain bahwa konformitas membabi buta ini sebenarnya banyak mendapat imbalan atas kepatuahannya.

Pada dasarnya konformitas membabi buta didasarkan karena adanya kekuasaan yang memaksa untuk adanya persetujuan atau penerimaan dari orang-orang yang tekena pengaruh. Kekuasaan tersebut dapat bersifat nyata atau dibayangan yang memberikan sanksi atau ancaman bagi orang yang melangar konformitas. Orang yang mengalami konformitas akan mengalami kondisi kepasrahan, kepatuhan dan kepenurutan, dan pengharapkan akan belas kasihan. 

2) Konformitas Teridentifikasi 
Konformitas identifikasi didasarkan karena adanya karisma yang terpancar dari seorang pemimpin atau ketua ataupun juga yang dirasakan berada “di atas” sana. Dan orang tersebut adalah sang idola, tokoh panutan, tokoh identifikasi yang harus dipercayai, ditiru, dan di iya-kan segala sesuatunya. 

Terbentuknya karisma ini dilandasi oleh sikap mempercayai, mengakui, menerima secara sukarela, tanpa sedikit rasa takut, terancam akan dikenai sanksi atas sikap non-konformitas, dan pula tanpa harapan akan adanya imbalan atas posisi konformitas. Disamping itu, rasa senang dan puas sering menyertai konformitas identifikasi. 

3) Konformitas Internalisasi 
Konformitas internalisasi didasarkan oleh pertimbangan rasional yaitu pikiran, perasaan, pengalaman, hati nurani dan semangat, untuk menentukan pilihan-pilihan dalam bersikap dan bertingkah laku, juga dalam berpikir dan berpendapat. Keputusan sepenuhnya terletak di tangan orang yang hendak mendudukan diri pada posisi tertentu. 

Orang-orang yang bersangkutan memahami, menghayati dan menyakini melalui kajian rasional (melalui kajian rasional dan kedalam pengalaman) tingkat kebenaran atas hal-hal yang berasal dari orang lain yang berkemungkinan mempengaruhinya.
Manusia tumbuh berkembang didalam lingkungan. Salah satu hal yang berperan penting dalam aktivitas kehidupan manusia adalah lingkunganLingkungan sosial memberikan banyak pengaruh terhadap pembentukan berbagai aspek kehidupan terutama kehidupan sosiopsikologis.

Lebih lanjut ditambahkan Myers (2012) bahwa jenis konformitas adalah sebagai berikut :
  1. Pemenuhan (compliance). Arti dari pemenuhan dalam konformitas adalah di mana prilaku seseorang sesuai dengan tekanan kelompok sementara secara pribadi orang yang bersangkutan tidak menyetujui prilaku tersebut. Konformitas ini terjadi untuk diterima dalam kelompok atau untuk menghindari penolakan. 
  2. Penerimaan (Acceptance). Penerimaan adalah bentuk konformitas dimana prilaku keyakinan seseorang sesuai dengan tekanan sosial. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tumbuh dan berkembang di dalam lingkungan sosial. Lingkungan sosial memberikan banyak pengaruh terhadap pembentukan berbagai aspek kehidupan, terutama kehidupan sosio-psikologis. Manusia sebagai makhkuk sosial, senantiasa berhubungan dengan sesama manusia.



Sumber:

Umi Kasum dkk, Pengantar Psikologi Sosial, (Jakarta : Pustakaraya 2014)


Sekian uraian tentang Pengertian Konformitas dan Jenisnya, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *